Artikel
umkm

UMKM Pahlawan Negara: Perjuangan Tanpa Pamrih Berbalas Hampa

Pada setiap tanggal 10 November, Indonesia merayakan Hari Pahlawan untuk memperingati kepahlawanan patriot-patriot Indonesia selama Pertempuran Surabaya tahun 1945, dimana mereka melawan pasukan Inggris dan Belanda. Walaupun Indonesia telah menyetujui gencatan senjata dengan pasukan Inggris sebelum pertempuran tersebut, gencatan ini gagal karena konflik yang tak ada henti antara Inggris dan rakyat Surabaya, termasuk kematian Brigadir J. Mallaby. Berlangsung tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus, Inggris memberikan ultimatum kepada Indonesia sampai 10 November, untuk menyerah atau Inggris akan mengepung Surabaya dengan pasukan tentaranya. Oleh karena itu, militer Indonesia dan rakyat Surabaya dengan tegas menolak ultimatum ini, kemudian memulai konflik bengis yang berkelangsungan selama tiga minggu berakhir dengan kekalahannya Inggris.

Ini adalah peristiwa yang sangat penting bagi Indonesia, karena 10 November ini adalah pertempuran pertama Indonesia sebagai negara yang baru merdeka. Tidak hanya itu, untuk pertempuran pertama mereka melawan kekuatan asing dimana mereka dijumpai kemenangan, adalah prestasi yang sangat besar dan telah tercapai oleh semangat dan cinta para patriot terhadap negara baru mereka. Dengan menghargai sebuah kemenangan seperti itu, juga berarti menunjukkan rasa bangga terhadap mereka-mereka yang telah bekerja tanpa lelah dalam pengabdian kepada bangsa, untuk memastikan kemakmuran dan kesejahteraan masa depan terjaga dengan aman. Dalam contoh yang lebih relevan dengan zaman, kita dapat menghargai sebuah bentuk kepahlawanan yang serupa dengan definisi ini, dalam jasa-jasa yang telah diberikan sektor UMKM.

Di antara kebaktian mereka yang paling mengesankan, adalah kepentingan semata-mata mereka terhadap ekonomi Indonesia. Sebagai fondasi terpenting dalam perekonomian Indonesia, jumlah pekerja di sektor ini saja telah mencapai 64,2 juta pada tahun 2021, yang berartian bahwa kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto itu 61,07% atau Rp. 8,5 triliun. 97% tenaga kerja Indonesia termasuk dalam kategori UMKM, dengan total investasi mencapai 60,4%. Sebagai sektor yang sering mengalami kesulitan terberat karena ukurannya yang relatif kecil, seiring namanya sendiri juga “Mikro dan Kecil”, pekerja UMKM tidak diragukan lagi adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dengan argumen ini, Anda mungkin bertanya diri sendiri, jika sesungguhya sektor UMKM benar-benar tulang punggung perekonomian Indonesia, lalu mengapa sektor itu begitu rentan terhadap kemiskinan? Mengingat dampak dari krisis ekonomi apapun, sektor UMKM tersering menerima konsekuensi yang terberat karena sifatnya yang “Mikro dan Kecil.” Namun sebaliknya, kerentanan inilah yang juga bisa dibilang sebagai ciri-ciri terbaik mereka, karena peranan penting yang mereka mainkan terutama saat ada krisis untuk memulai revitalisasi ekonomi. Inilah salah satu dari jasa-jasa sektor UMKM yang telah sangat berbakti kepada negara kita, yang oleh karena itu sangat penting untuk kita hargai dengan baik, mau itu dari mendukung usaha-usaha UMKM ataupun dengan membuat usaha UMKM sendiri.

Oleh karena itu dari segala pertimbangan, kita semua sangat berhutang budi kepada UMKM. Maka pada tanggal 10 November ini, mari kita rayakan jasa-jasa yang telah mereka berikan kepada kita tanpa lelah dan pamrih, yang semua diatasnamakan oleh cinta dan kesetiaan mereka agar ekonomi kita terus jaya dan sejahtera. Untuk semua kesulitan yang harus mereka tanggung, mulai dari kompromi terhadap kesejahteraan, sampai kerentanan struktural yang dapat membuat mereka jatuh miskin yang tidak menentu, kita perlu menunjukan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada sektor yang sederhana ini, untuk semua jasa dan tenaga mereka.

Di AwanTunai, kami telah membuat layanan-layanan kami di sekitar hutang budi kami sebagai warga Indonesia terhadap sektor UMKM. Kami percaya, untuk memberi kembali jasa-jasa yang mereka telah berikan tanpa pamrih sebagai sebuah tanggung jawab terpenting, dengan meningkatkan kondisi keuangan mereka melalui digitalisasi inventaris untuk membantu mereka merangkul era baru digitalisasi. Beserta juga, dengan membantu membaiki kedudukan ekonomi mereka melalui tantangan-tantangan yang mereka hadapi, dengan menjadi salah satu mitra grosir kami. Jika Anda memiliki visi dan misi yang sama dengan kami dalam merayakan dan mengapresiasikan sektor UMKM, maka bergabunglah bersama kami di AwanTunai hari ini, dan saksikan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghormati para pahlawan zaman modern ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *